Dalam sebuah proyek konstruksi atau yang lainnya ada yang menjadi hal terpenting yakni menghitung kubikasi.

Kemudian pengertian dari kubikasi yakni mengacu terhadap ruang tiga dimensi yang mana ditempati sebuah objek atau bahan material.

Oleh sebab itu, penting untuk memahami bagaimana cara menghitung kubikasi guna mengatur kebutuhan material, biaya dan waktu kerja dengan efektif.

Namun sebelum mengetahui cara menghitung kubikasi beton ketahui terlebih dahulu apa itu pengertian, rumus dasar dan tips menghitung kubikasi.

Rumus Dasar Menghitung Kubikasi

Pengertian Kubikasi

Kubikasi merupakan perhitungan volume dari sebuah objek atau material dengan satuan meter kubik atau m3.

Kemudian volume ini memperlihatkan berapa banyaknya ruang yang ada pada objek itu.

Selain itu, proses menghitung kubikasi sangatlah penting termasuk dalam hal rencana konstruksi, pengiriman barang dan juga material yang disimpan.

Sementara itu dalam dunia konstruksi, kubikasi sangat membantu dalam penentuan jumlah material semisal pasir, semen dan besi beton yang dibutuhkan.

Rumus Dasar Menghitung Kubikasi (2)

Rumus Dasar Menghitung Kubikasi

Penghitungan kubikasi menggunakan rumus volume dalam menentukan ruang yang ditempatkan oleh sebuah objek.

Kemudian rumus dasar menghitung volume adalah panjang x lebar x tinggi langkahnya adalah berikut ini:

1. Mengukur Dimensi Objek

Pengukuran panjang, lebar dan tinggi objek dengan alat ukur yang pas.

Kemudian memastikan proses pengukuran bisa dilakukan dengan akurat guna menghindari salah dalam menghitung.

2. Memakai Rumus Volume

Coba menggunakan rumus volume dasar yakni panjang x lebar x tinggi dalam menghitung kubikasi.

Kemudian rumus ini tentunya sangat berguna dalam perhitungan volume sejumlah bentuk sederhana seperti balok dan kubus.

3. Menghitung Volume

Untuk mendapatkan volume dalam satuan meter caranya adalah mengalikan hasil pengukuran dimensi.

Sebagai contoh:

Jika kamu ingin mengukur panjang 3 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 1 meter, maka volumenya yakni : Volume = 3 meter × 2 meter × 1 meter=6 m

Cara Menghitung Kubikasi Beton

Penghitungan kubikasi beton memanglah penting dalam sebuah proyeksi konstruksi guna mengetahui jumlah beton yang dibutuhkan.

Kemudian cara menghitung kubikasi beton adalah sebagai berikut ini:

1. Tentukan Dimensi Struktur

Mengukur dimensi struktur bisa diisi dengan beton, mulai dari panjang, lebar dan tinggi.

Kemudian dengan proses pengukuran yang pas tentu sangat penting dalam memperoleh hasil perhitungan yang bagus.

2. Memakai Rumus Kubik Beton

Guna menghitung kubikasi beton bisa memakai rumus volume dasar yakni (panjang x lebar x tinggi).

Kemudian rumus ini bisa membantu dalam menentukan volume beton yang dibutuhkan pada struktur tertentu.

3. Volume Beton

Untuk memperoleh volume beton yang dibutuhkan dalam meter kubik atau m3 bisa dengan cara mengalikan hasil pengukuran dimensi.

Sebagai contoh menghitung kubikasi beton dalam pondasi dengan panjang yakni 5 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 0,5 meter.

Caranya adalah: Volume Beton = 5 meter × 2 meter × 0,5 meter = 5 m3

Dengan menghitung volume beton secara benar bisa memastikan pemakaian material menjadi lebih hemat dan tidak boros.

Di sisi lain, harga beton juga biasanya dipengaruhi oleh harga besi beton, jadi perhitungan akurat sangat penting dalam mengontrol biaya yang diperlukan.

Tips Menghitung Kubikasi dengan Tepat

1. Memakai alat ukur dengan tepat

Coba memakai alat ukur akurat seperti meteran atau penggaris yang tepat guna mengukur dimensi objek.

Kemudian pemakaian alat ukur yang tepat ini dapat membantu dalam meminimalisir kesalahan pengukuran.

2. Memeriksa pengukuran kembali

Coba melakukan pengukuran lebih dari sekali dalam memastikan keakuratan.

Kemudian pengukuran yang dilakukan secara berulang ini dapat membantu memastikan hasil dengan konsisten dan akurat.

3. Menggunakan Kalkulator

Memakai kalkulator dalam melakukan penghitungan supaya hasilnya lebih akurat dan juga cepat.

Kemudian pemakaian khusus untuk penghitungan volume ini bisa membantu dalam mengurangi kesalahan untuk penghitungan manual.

4. Memerhatikan Satuan

Sebelum kita melakukan perhitungan, cobalah untuk memastikan semua pengukuran dalam satuan yang sama.

Dengan adanya konsistensi pemakaian satuan ini tentu sangatlah penting guna memperoleh hasil yang akurat.