Prinsip-Prinsip Dalam Proses Pembuatan Tulangan Beton. Perihal pentingnya peran tulangan dalam sebuah konstruksi beton yang bertulang. Oleh karena itu perlu belajar banyak hal terberkaitan dengan penulangan beton.
Pada tulisan kami yang lain sudah dibahas mengenai hal-hal yang perlu diketahui sebelum membeli besi / memilih besi beton. 4 Tips Sebelum Membeli Besi dan Baja, Musim hujan segera tiba. Kali ini Besi Beton Surabaya, Distributor Besi Surabaya, ingin membahas cara mengetahui prinsip pembuatan ( pemotongan, pembengkokan dan perakitan) tulangan beton.
Baca Juga: Agen Besi Beton Ulir Surabaya

Prinsip Pemotongan
Pemotongan besi beton tidak dapat dilakukan secara ngawur. Sebelum melakukan pemotongan, pastikan besi beton Polos atau juga yang Ulir memiliki panjang standar 12 meter. seperti jika Agan membeli dari distributor tepercaya seperti di Besi Beton Surabaya, demikian juga diameternya juga harus sesuai dengan kebutuhan.
Dalam Pemotongan ini sebaiknya sesuai dengan yang direncanakan, yang biasanya dibuat berdasarkan panjang standar (12 meter). Proses pemotongan harus dilakukan dengan alat potong yang tajam tentunya dan mampu memotong besi dengan diameter besi yang sudah ditentukan, baik yang dioperasikan secara elektrik maupun manual.
Selanjutnya, Pastikan juga pemotongan dilaksanakan dengan baik sehingga meminimalkan potongan besi yang terbuang relatif Sedikit/kecil. Potongan yang masih dapat dipakai lagi sebaiknya dipisahkan ditempat tersendiri tersendiri.
Beberapa potongan besi yang cukup panjang dapat disambung asalkan jumlah dan cara penyambungannya (overlapping, dilas, dll.) memenuhi standar.
Prinsip Pembengkokan
Pembengkokan besi tulangan juga harus dikerjakan sesuai prosedur, yaitu yang pertama dilakukan sebelum perakitan. Pembengkokan saat atau setelah tulangan dirakit. Hal-hal berikut juga perlu diperhatikan.
Alat pembengkok harus disesuaikan dengan diameter besi, terutama ukuran celahnya.
Pembengkokan 135º untuk begel besi polos pada ujung bebasnya harus dibuat kait atau penjangkaran 6× diameter besi (6D) atau ≥ 5 cm, dan dibengkokkan ke arah dalam. Untuk pembengkokan 180º ditambah panjang 4D atau ≥ 6 cm; dan untuk pembengkokan 90º ditambah panjang 12D.
Prinsip Perakitan
Besi tulangan yang sudah dibengkokkan dan dipotong dapat dirakit dengan dua cara. Pertama, perakitan dapat dilakukan langsung di tempat pemasangan setelah besi dipotong dan dibengkokkan sesuai rencana. Misalnya untuk tulangan pelat lantai. Kedua, dilakukan di lokasi pemotongan dan pembengkokan. Setelah siap dipasang pada tempatnya. Cara ini dapat dilakukan misalnya untuk tulangan kolom sloof, dan balok. Perakitan dan Pemotongan juga dapat dikerjakan di pabrik, dan setelah siap bisa diangkut dan dipasang pada tempatnya.
Baca Juga : Harga Besi Beton Surabaya
Sebelum perakitan, tulangan harus bebas dari kotoran dan minyak agar adonan beton bisa lebih kuat dan tahan. Perakitan juga harus mengupayakan stabilitas sehingga saat di cor tulangan tidak berubah. Misalnya dengan memasang spacer, beton tahu (decking), dll.
Prinsip-Prinsip Dalam Proses Pembuatan Tulangan Beton
Dengan mengikuti alur prinsip pembuatan tulangan diharapkan kekuatan beton terjamin. Sementara untuk mendapatkan jaminan mutu atas produk besi/baja sebagai material tulangan, Anda dapat menghubungi Besi Beton Surabaya, distributor Besi Beton Surabaya.
